Pengalaman Klaim Travel Insurance

Sebenernya beli asuransi, termasuk travel insurance, itu hal yang agak aneh kali ya. Kita beli sesuatu yang didoakan semoga nggak kepake. Yah tapi namanya juga perlindungan, cukup penting juga buat jaga-jaga kalau (amit-amit) ada hal buruk terjadi selama kita pergi traveling. Anggap aja ‘sedekah’ buat perusahaan asuransi lah ya kalau perjalanan kita aman lancar sentosa hahaha.

Saya pertama kali beli travel insurance untuk pengajuan Visa Schengen pada tahun 2016. Kebetulan dulu sempat ngantor di salah satu perusahaan asuransi (Allianz) dan ada diskon buat karyawan. Berikutnya saya dan Shandy hampir selalu beli travel insurance untuk perjalanan ke luar negeri. Kemudian sebelum saya resign awal 2018, saya dan Shandy beli annual travel insurance karena setelah dihitung-hitung harganya lebih murah daripada beli travel insurance ketengan untuk beberapa trip selama setahun ke depan.

Selama kurang lebih 2 tahun ini alhamdulillah perjalanan kita cukup lancar jadi nggak perlu sampe ngurus klaim apa pun ke asuransi. Tapi akhirnya saya kena kemalangan juga nih pas traveling. Kayak yang sempat saya bahas sedikit di postingan saya soal trip ke Jepang bulan Juli 2018, saya yang harusnya berangkat tanggal 29 Juni akhirnya baru bisa berangkat tanggal 1 Juli karena ada delay dan ketidakjelasan dari AirAsia.

Ini sekalian saya jelasin langkah-langkah klaim travel insurance berdasarkan pengalaman saya ya.

Minta surat pernyataan resmi dari maskapai
  • Sejak tanggal 30 Juni (setelah dapet tiket penerbangan pengganti), saya udah request pernyataan resmi dari AirAsia yang menyatakan kalau penerbangan tanggal 29 Juni dibatalkan. Surat ini pasti bakal diminta oleh pihak asuransi. Kata staff AirAsia leader-nya sedang tidak di tempat untuk tanda tangan, jadi diminta alamat email dan dijanjikan surat akan dikirimkan secepatnya.
  • Hari Jumat tanggal 6 Juli saya pulang dari Jepang dan belum terima surat yang dijanjikan. Karena lagi-lagi leader-nya tidak di tempat, staff (beda dari yang saya temui tanggal 30 Juni) kembali minta alamat email dan ngasi nomer telepon pribadinya untuk dihubungi kalau surat belum dikirimkan juga.
  • Berhubung Sabtu-Minggu bukan hari kerja, jadi saya baru tagih lagi janji suratnya di hari Selasa tanggal 10 Juli. Ya karena contact-nya ke level staff kali ya, jadi dia cuma bisa bantu remind ke leader-nya.
  • Karena kayaknya hopeless buat ngarep ke staff AirAsia yang di bandara, akhirnya saya inisiatif buat submit e-form di website AirAsia sambil curcol udah 2x request ke staff di bandara tapi nggak dikasi juga suratnya.
  • Sekitar seminggu kemudian saya nagih lagi ke staff AirAsia. Duh ini sambil nggak enak hati juga soalnya bukan dia yang ngerjain kan tapi dia yang dikejar-kejar. Saya coba tanya boleh hubungin leader-nya langsung tapi nggak dijawab.
  • Dua hari kemudian nyoba tanya status request saya lewat DM ke akun Twitter @AirAsiaSupport sambil (lagi-lagi) curhat udah request surat pernyataan lewat staff sama e-form tapi nggak ada yang respon padahal udah hampir 3 minggu.
  • Pucuk dicinta ulam tiba, akhirnya habis saya tanya lewat Twitter terus siangnya langsung terima email berisi surat pernyataan resmi yang dinanti-nanti. Request surat sejak 30 Juni tapi baru dikirim tanggal 18 Juli. Lama banget padahal kan cuma minta selembar surat pernyataan doang, bukan klaim kerugian ke pihak AirAsia nya 😭
Kirim formulir klaim dan dokumen pendukung ke perusahaan asuransi
  • Yang saya klaim ke perusahaan asuransi bukan terkait flight cancellation karena udah dikasi penerbangan pengganti sama AirAsia, tapi flight delay karena harusnya saya udah nyampe di Tokyo hari Sabtu pagi tapi akhirnya baru nyampe hari Minggu sore. Kalau dihitung-hitung jadi ada delay lebih dari 24 jam kan.
  • Saya googling cara klaim terus cek juga di polis asuransi, untuk klaim bisa langsung kirim email ke bagian Travel Insurance Claim. Selain itu saya nanya ke temen yang belum lama klaim travel insurance buat pastiin prosedurnya.
  • Di tanggal 18 Juli itu saya langsung jelasin kronologis kejadian plus lampirin beberapa dokumen:
    • Formulir Klaim
    • Surat Pernyataan Resmi dari AirAsia
    • Boarding Pass AirAsia yang gagal terbang
    • Boarding Pass ANA (penerbangan pengganti)
    • Halaman depan paspor
    • Cap paspor masuk dan keluar Jepang
    • Sertifikat Asuransi
  • Karena saya anaknya sabar dan pengertian, saya coba tunggu beberapa hari kerja dulu sebelum mulai follow-up ke perusahaan asuransi.
Follow-up ke perusahaan asuransi
  • Setelah nunggu sekitar seminggu, saya mulai gelisah karena belum ada kabar sama sekali. Padahal dari cerita temen-temen yang pake travel insurance lain, biasanya paling lambat dalam waktu 3 hari kerja udah dikasi info nomer klaim.
  • Saya coba telepon ke Customer Service perusahaan asuransi buat nanya status klaim travel insurance. Staff CS-nya ini malah nyuruh saya nelpon langsung ke departemen Claim di kantor pusat. Wah gimana ini kok nasabah malah disuruh follow-up sendiri ke departemen internal 🤣
  • Sekitar jam 10 pagi telepon lah saya ke kantor pusat minta disambungin ke departemen Claim, terus nggak ada yang angkat telepon.
  • Kemudian saya curhat ke temen kantor soal klaim yang belum direspon padahal udah seminggu ini. Temen saya bantuin coba nelepon ke bagian Claim memang nggak ada yang angkat. Tapi saya dikasi nomer extension nya jadi bisa langsung nyoba sendiri.
    ❗ Tips: Kalau mau nelepon ke bank atau CS atau apa pun yang kira-kira bakal lama, beli paket nelpon hemat ke All Operator dulu biar pulsa nggak kesedot ya.
  • Sekitar jam 11 akhirnya ada juga tim Claim yang angkat telepon saya. Ternyata email saya dari seminggu lalu belum dibaca dong hahahagembelhahahahahahaha.
  • Setelah akhirnya email saya dibaca (entah dengan seksama atau enggak), saya diminta kirim semua dokumen asli dalam bentuk hardcopy (kecuali paspor sama Sertifikat Asuransi cukup fotokopi aja) plus tiket itinerary yang ada informasi jadwal penerbangan berangkat dan pulang. Hari itu juga tanggal 25 Juli saya langsung kirim semua dokumennya lewat kurir.
Bersabar dan berdoa
  • Seminggu kemudian tanggal 31 Juli saya dapet email dari staff perusahaan asuransi. Udah deg-degan pas buka email, kirain udah ada kabar klaimnya diterima atau ditolak gitu kan. Eh ternyata cuma dikasi tau nomer klaimnya (red: no klaim versi 1) doang. Berarti klaim saya baru mau mulai diproses dong ya 🤨
  • Karena udah hampir sebulan nggak ada update apa pun, tanggal 28 Agustus saya coba tanya ke staff yang ngasi nomer klaim buat nanya status klaim saya gimana. Kemudian dieskalasi ke bagian Claim, ternyata nasabah bisa cek status klaim di web perusahaan asuransi tapi pake link yang nggak muncul pas saya googling dan pake nomer klaim yang beda lagi (red: no klaim versi 2) dari yang pertama saya terima di tanggal 31 Juli.

Ternyata klaim asuransi itu ribet ya bok… Saya nulis ini tanggal 29 Agustus, berarti tepat 2 bulan dari tanggal 29 Juni pas penerbangan AirAsia saya ke Tokyo digantungin, dan sampe hari ini nasib klaim travel insurance saya pun masih digantungin juga…

Update
  • Tanggal 11 Oktober 2018 saya kirim email reminder ke pihak Allianz dan langsung dibalas hari itu juga bahwa proses klaim sudah selesai dan hasil review akan disampaikan keesokan harinya. Harus banget dikirim reminder baru ada kabar buat nasabah nih? 🤔
  • Kemudian saya diminta mengisi formulir untuk pembayaran klaim. Karena terpotong weekend, hardcopy dokumen baru saya kirimkan pada 15 Oktober 2018 dengan kurir J&T dan berdasarkan status resi baru tiba di Allianz pada 18 Oktober 2018.
  • Akhirnya pembayaran klaim masuk ke rekening saya pada 26 Oktober 2018. Sisi positifnya adalah nilainya sesuai yang tertera di polis. Tetapi sisi negatifnya adalah proses yang amat sangat berkepanjangan, lebih dari 3 bulan sejak saya pertama kali mengirimkan email klaim ke Allianz (18 Juli 2018) dan harus follow-up berkali-kali.

 

Semoga kalian yang pernah klaim travel insurance pengalamannya lebih menyenangkan daripada saya ya. By the way buat kamu kamu yang memang perlu beli travel insurance, salah satu travel insurance yang paling sering dapet review bagus di group traveler itu Zurich. Biarpun sedikit lebih mahal, tapi proses klaimnya cepet dan jumlah yang dibayarkan juga nggak pelit. Salah satu temen (anggap aja X) cerita kalau dia pake Zurich dan travel buddy-nya Y pake asuransi lain berawalan huruf A, terus mereka submit dokumen yang sama persis buat klaim flight cancellation. Dalam waktu sebulan X udah terima ganti rugi sementara Y baru terima sekitar 2 bulan, dan itu pun jumlah yang diterima X lebih besar daripada Y. Ini bukan postingan berbayar dan saya belum pernah nyoba pake Zurich, tapi kalau tahun depan perlu beli travel insurance lagi kayaknya bakal beli punyanya Zurich aja.

 

Comments (0)
Add Comment